Sabtu, 12 Maret 2011

*** Pesan Terakhir Rossullah SAW Menjelang Ajal Menjemputnya ***

Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah berpesan kepada Jibril. "Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!" Sungguh berharganya manusia yang satu ini.


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam" kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?". "Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, sekali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut" kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu" kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya" kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal" kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada "UMMATku" Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)". Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)".

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim. Ya Allah, Berikanlah untuk Muhammad "al wasilah" (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan".


Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itutetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut namanya.

Sudahkah Qta masuk sbg kategori "UMMAT"...??

        by :chimonks end dena




Selasa, 18 Januari 2011

PIDATO SEORANG ANAK BERUSIA 12TH DI PBB

cerita ini berbicara tentang seorang anak yang bernama severn Suzuki,
 seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO ).
 ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.
 Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
 Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
 Inilah Isi pidato tersebut:

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon
kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya."

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu" .

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "....by apot chimonks

Minggu, 05 September 2010

PERANG

Ketika itu sedang berlangsung Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Presiden Soekarno termasuk kepala negara yang hadir dalam sidang dengan agenda mendengarkan pandangan umum tiap negara anggota PBB itu. Silang pendapat terus terjadi di antara wakil negara yang hadir dan tak kunjung menunjukkan titik temu. Sebelum tiba giliran wakil Indonesia untuk menyampaikan pandangannya, Bung Karno dengan enteng berjalan ke kursi utusan negara India.
Ini jelas bukan pemandangan yang biasa terjadi dalam ruang sidang di markas PBB sehingga langsung menjadi pusat perhatian. Ditatap oleh puluhan wakil dari negara lain, Bung Karno berbisik pada Jawaharlal Nehru. Entah apa yang dibisikkan, hanya mereka berdua yang tahu. Yang jelas, Nehru kemudian mengangguk-angguk sembari tersenyum kepada koleganya itu.
Dalam jeda tidak terlalu lama, dari kursinya Bung Karno kemudian berjalan ke arah Gamal Abdul Nasser, wakil dari Mesir. Lagi-lagi “ulah” Proklamator RI ini menjadi pusat perhatian. Sama seperti sebelumnya, kembali Bung Karno berbisik yang disambut anggukan senang Nasser.
Tak pelak aksi lalu-lalang Bung Karno ini menimbulkan bisik-bisik di kalangan wakil-wakil negara Asia dan Afrika yang hadir. Seperti kita ketahui, ketika itu tiga orang ini, Nehru, Nasser, dan Soekarno adalah pemimpin bangsa Asia dan Afrika yang sangat berpengaruh. Ucapan, pandangan, dan gagasan mereka biasanya juga menjadi ide bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
Dan ketika Bung Karno menyampaikan pandangannya dengan mengusulkan diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika, hampir seluruh perwakilan dari Asia dan Afrika melakukan standing ovation memberikan aplaus tanda setuju atas gagasan Bung Karno. Pasalnya, mereka menganggap usulan tersebut telah diamini oleh Nehru dan Nasser. Buktinya, ketika Bung Karno berbisik, kedua tokoh besar itu mengangguk tanda setuju.
Di kamar hotel tempat delegasi Indonesia menginap, Muhammad Guntur Soekarno Putra, putra sulung Presiden RI pertama ini dengan rasa penasaran bertanya tentang apa gerangan yang dibisikkan ayahnya kepada kedua tokoh besar itu. Guntur memang paling sering diajak Bung Karno jika melawat ke luar negeri, termasuk saat berpidato di Markas Besar PBB. Rupanya Bung Karno mengatakan hal yang sama kepada Nehru dan Nasser.
Seperti dituliskan oleh Guntur dalam bukunya yang kini terbilang langka, Bung Karno Bapakku-Kawanku-Guruku, dia berbisik seperti ini: Yang Mulia, sepertinya sidang hari ini sangat melelahkan, bagaimana kalau nanti kita bertemu untuk makan malam bersama? Tentu saja kedua tokoh yang dibisiki tidak berani menolak dan akhirnya mengangguk, yang oleh wakil dari negara lain ditafsirkan sebagai sikap setuju atas gagasan Bung Karno.
Jujur, saya betul-betul terkesima dengan kecerdasan Bung Karno dalam berpolitik. Selain memang dikenal pintar berpidato, beliau ternyata juga lihai dalam berdiplomasi. Tak heran kalau di masanya Bung Karno begitu disegani oleh pemimpin-pemimpin negara besar di dunia. Dia tahu kapan harus “keras” dan kapan harus “lembut”. Mungkin situasinya jauh berbeda dengan sekarang, ketika negara tetangga tak malu-malu lagi menantang harga diri kita.
Saya sangat bisa mengerti dengan kemarahan yang muncul di tengah masyarakat dengan kasus terakhir, ditangkapnya tiga orang pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan oleh pemerintah Malaysia. Saya juga bisa memaklumi munculnya keinginan untuk berperang dengan negara tetangga itu ketika pejabat negara tersebut mengeluarkan pernyataan yang kurang santun. Sudah tak terhitung masalah muncul di antara kedua negara, yang sebagian besar menempatkan Indonesia dalam posisi sebagai inferior. Ini jelas sangat mengganggu sentimen kebanggaan berbangsa dan bernegara.
Kendati demikian, saya tidak pernah percaya akan terjadinya perang antara Indonesia dan Malaysia. Terlalu banyak ikatan yang saling membutuhkan, baik dari segi ekonomi, sejarah, dan budaya. Selain itu, perang tak pernah menjadi solusi yang populer karena kerugian yang ditimbulkan, tidak peduli bagi mereka yang menang, apalagi bagi pihak yang kalah. Lantas, kenapa gairah untuk berperang itu begitu meledak-ledak, sementara di negeri seberang konflik yang ada ditanggapi dingin?
Saya merasa ini lebih kepada suasana batin masyarakat Indonesia. Sebagai sebuah negara yang disebut-sebut kaya akan hasil bumi, wilayahnya luas tak terkira, dan penduduknya yang besar tak terhitung, ternyata kita belum apa-apa. Dengan semua kekayaan itu, sebagian masyarakat kita sulit untuk beranjak dari kemiskinan ketika sebagian lainnya sibuk menumpuk kekayaan. Begitu juga ketika pencuri mangga dihukum lebih lama ketimbang koruptor. Semuanya menimbulkan frustrasi.
Ketika suasana batin masyarakat sedang tak bagus, tiba-tiba Malaysia melakukan manuver politik yang tak perlu. Mereka yang tadinya jengkel dengan kondisi ekonomi, hukum, dan politik, menemukan musuh bersama untuk penyaluran akan kejengkelan itu. Marah-marah atau berunjuk rasa menuding pemerintah sendiri bisa jadi Anda akan berhadapan dengan pentungan polisi, tapi kalau memaki-maki pemerintah negara lain, siapa yang peduli? Maka jadilah sumpah serapah, membakar bendera, bahkan genderang perang ditabuh terhadap negara serumpun kita itu.
Dari literatur-literatur yang saya baca, tak sekalipun Indonesia dikenal sebagai negara yang haus perang. Alih-alih menjadi “jagoan”, Indonesia adalah negara bekas jajahan yang berhasil bangkit dari kekejaman bangsa lain. Jadi, sejatinya bangsa kita paham betul betapa perang tak akan pernah membawa kemaslahatan, sebagaimana negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II juga tak pernah lagi memunculkan opsi perang dalam penyelesaian konflik politik luar negerinya.
Saya tidak mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang lemah, karena sejarah telah membuktikan kita tak pernah surut di gelanggang pertempuran saat mengusir pendudukan bangsa lain. Tapi, mestinya kita tak boleh gelap mata, emosional, dan gegabah dalam mengambil sikap untuk berperang atau tidak. Bagaimanapun, dunia sudah berubah, perang sudah tak lagi menjadi bukti kehandalan suatu bangsa. Tolok ukur kehebatan dan kebesaran sebuah bangsa kini tak lagi dinilai oleh semangat perang, kekuatan fisik, atau mutakhirnya mesin tempur.
Lihat saja negara-negara maju di Eropa dan di Asia, tak lagi memiliki sinyal untuk berperang. Sebaliknya, peperangan justru menjadi trend di negara-negara miskin di Afrika, Asia dan Amerika. Jadi, kalau perang saat ini menjadi prioritas kita, itu sama saja dengan langkah mundur. Sama dengan langkah mundur yang dilakukan Amerika Serikat saat menyerang Irak dengan segala keunggulannya. Kini, ketika Barack Obama memutuskan untuk keluar secara permanen dari Negeri 1001 Malam itu, tak ada yang berani mengatakan bahwa mereka telah memenangkan perang. Ribuan tentara yang tewas dan kemerosotan ekonomi menjadi ganjaran atas semangat perang Sang Adidaya.
Di lain sisi, membiarkan negara tetangga merendahkan kehormatan kita jelas tak bisa diterima. Pemerintah harus punya sikap dan bahasa yang jelas menyikapi masalah ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Mabes TNI di Cilangkap mengatakan bahwa pemerintah menginginkan penyelesaian yang cepat, tegas dan tepat. Tapi, kita tidak berharap itu hanya ada tertulis di teks pidato, melainkan berada pada tataran tindakan. Bukti inilah yang belum dilihat oleh masyarakat.
Cukup sudah pemerintah terlihat lemah selama ini. Tak berdaya pada koruptor, takluk dengan pengemplang pajak, dan menutup mata terhadap pembalak hutan. Saatnya pemerintah memperlihatkan bahwa mereka berdaulat dan memegang amanat Konstitusi untuk menjaga kedaulatan serta kehormatan bangsa ini. Kita tentu tak mau harga diri bangsa menjadi tergadai hanya karena rakyat kita banyak mencari makan di negara lain lantaran ketidakberdayaan pemerintah menyediakan lapangan kerja di negeri sendiri.
Pada konteks inilah ketegasan itu diperlukan. Kita tak harus mengajak negara lain untuk berperang sebagai bentuk ketegasan itu. Kita hanya perlu menjelaskan tanpa harus berputar-putar tentang apa yang kita mau secara terukur dan masuk akal. Setelah itu biarlah diplomasi berjalan sembari melihat sejauh mana kedekatan dua bangsa serumpun yang diagung-agungkan itu bisa menyelesaikan masalahnya tanpa harus menarik picu bedil.
Kembali kepada Bung Karno, sebagai seorang pemimpin besar bukannya dia tak pernah gagal. Ketika menentang penggabungan Kalimantan Utara (Sabah, Serawak dan Brunei) dengan Kerajaan Malaysia, Soekarno langsung mengobarkan semangat “Ganyang Malaysia” dan menyatakan perang. Namun, perang itu sendiri tak begitu serius dan pertempuran skala kecil itu akhirnya terhenti setelah banyak pasukan Indonesia yang tertangkap atau tewas dalam penyusupan ke Kalimantan utara. Yang jelas, ini membuktikan bahwa perang tetap dimungkinan, meski itu adalah pilihan yang berat.
Seorang teman mengatakan kepada saya, bagaimana mungkin kita mampu berperang dengan bangsa lain kalau menghadapi kelompok kecil seperti Gerakan Aceh Merdeka atau pemberontak Timor Timur saja kita sudah kewalahan. Saya yakin, teman ini tak bermaksud untuk mengecilkan kemampuan kita, tapi lebih kepada harapan untuk mengedepankan otak sebelum otot, mendahulukan logika ketimbang perasaan.
Contohnya, saat baru tiba di AS dalam sebuah lawatan kenegaraan, Presiden Kennedy memperkenalkan tim pengawal khusus yang akan mendampingi Presiden Soekarno selama berada di negara itu. Ketika berada di kamar hotel, Bung Karno memanggil komandan pengawalnya. Sang pengawal ditanya tentang senjata yang mereka gunakan. Tak pelak Bung Karno pun terkagum-kagum melihat senjata sang pengawal. “Kalah jauh pengawal presiden di Indonesia soal kecanggihan senjatanya,” ujar Bung Karno. Perbincangan terus berlanjut.
Saat Bung Karno menanyakan apakah sang komandan pengawal itu pernah membunuh orang selama berdinas, yang bersangkutan mengatakan belum pernah. Jawaban itu kontan membuat Proklamator RI ini terkekeh. “Kalau untuk yang ini pengawal Presiden Indonesia lebih hebat, rata-rata mereka sudah pernah membunuh belasan tentara Belanda,” ucap Bung Karno. Kita memang harus tahu kapan saatnya merendah dan kapan membusungkan dada.***

Sabtu, 21 Agustus 2010

AIR ZAMZAM

*Air Zamzam dan Keanehannya*

Air apa di dunia ini yang lebih hebat dari air zamzam?
Yang bisa bertahan dan terpelihara selama ribuan tahun dan bisa mengeluarkan puluhan juta liter air dari sumurnya yang kecil serta airnya tak pernah kering selama ribuan tahun.
Kandungan airnya juga mempunyai daya mematikan kuman, selain berkhasiatuntuk mengatasi kehausan, kelaparan dan penyembuhan penyakit. Dan masih
banyak khasiat lainnya.
Berapa banyak sih air zamzam yang dikonsumsi manusia setiap musim hajinya?
Jamaah haji Indonesia saja ada 205 ribu orang. Kalau setiap orang menenteng
5 liter zamzam ketika pulang ke tanah air, itu berarti sudah 1.025.000liter.
Selain itu, di Mekah jemaah bebas minum air zamzam.
Seandainya jamaah rata-rata menghabiskan satu liter zamzam dalam sehari,
maka seluruh jemaah haji Indonesia memerlukan 6 juta liter! (selama menginap
30 harian di Mekah). Jadi totalnya diperlukan 7 juta liter zamzam dalam
satu musim haji. Sementara jemaah haji Indonesia ini hanya 10 persennya saja
dari dua jutaan jemaah seluruh dunia.
Padahal sumur Zamzam itu hanya punya kedalaman air 30 meter dengan diameter
sumur berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter. Penelitian menunjukkan,
mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik.
Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air.
Itulah yang mencengangkan.
Air Zamzam yang ajaib.
Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa
zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di
sekitar Makah.
•Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumurlainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
•Zamzam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkankuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
•Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman.
•Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kerings epanjang zaman.
Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zamzam ketika
pulang ke negaranya sebab zamzam itu bisa sebagai obat untuk suatu
penyembuhan.
“Air zamzam adalah (berguna) untuk apa yang peminumnya inginkan. Kalau
seseorang minum supaya disembuhkan (dari penyakit), Allah akan
menyembuhkannya. Jika seseorang meminumnya supaya kenyang, Allah akan
membuatnya kenyang. Dan bila seseorang meminumnya untuk menghilangkan
dahaganya, maka Allah akan menghilangkannya. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang
pernah merasakan keajaiban air zamzam.
Dimana Kita Dapatkan Air Zamzam?
Tempat sumur zamzam itu kini sudah ditutup. Namun jemaah tak kesulitan untuk
mendapatkan air zamzam di setiap sudut masjid. Air zamzam disediakan dalam
termos-termos besar dengan gelas plastik sekali pakai. Setiap jamaah yang
datang ke Masjidil Haram akan dapat minum air zamzam kapan pun diinginkan
karena Masjidil Haram buka selama 24 jam penuh.
Di Mesjid Madinah dan tempat-tempat ziarah pun sudah disediakan air zamzam
dengan gratis. Dan jangan khawatir, saat Anda pulang ke Tanah Air bakal
dibekali dengan 5 liter air zamzam.
Manfaatkan dan perlakukanlah air ajaib ini dengan hormat.

Sumber: Buku “Tips Praktis Umrah dan Haji”

Sabtu, 26 Juni 2010

Heboh Perbualan Telefon Menteri Israel vs Turki


"Rakyat umum Turki dihebohkan perbualan melalui telefon antara Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu dengan Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak berkaitan kes penyerangan Israel keatas kapal bantuan kemanusiaan, Mavi Marmara.

Akhbar Turki, Habertürk edisi Sabtu (5 Jun) mendedahkan transkrip perbualan tersebut. Berikut petikannya:

Barak: Telah terjadi penyerangan kepada tentera kami dari pihak aktivis Mavi Marmara. Tentera kami cedera oleh pisau. Para aktivis merebut senjata daripada tentera kami.

Davutoglu: Kami menunggu permintaan maaf dari pihak anda. Kamu telah melakukan kejahatan antarabangsa. Kamu harus segera menghantar mangsa dibunuh dan cedera kepada Turki.

Barak: Apakah kamu menghendaki mangsa cedera?

Davutoglu: Kami yang akan membawa dan mengambil mereka. Pihak yang membunuh dan mencederakan orang awam tidak mungkin mampu mengubatinya. Jika orang awam dipandang sebagai musuh, maka bagaimana dengan korban yang mati?

Barak: Kami bergerak atas dasar kepungan yang harus dikuatkuasakan kepada Gaza sebagai pihak musuh.

Davutoglu: Apakah mangsa yang mati itu adalah musuh?

Barak: Terdapat banyak roket. Rakyat kami telah menerima ancaman roket itu sebelumnya. Kami berbeza dengan Hamas. Kami sendiri tak memiliki masalah dengan Gaza.

Davutoglu: Apakah korban yang meninggal (di Mavi Marmara) itu menembak roket kepada kamu? Bagaimana boleh kamu membunuh rakyat awam itu? Turki bukan seperti mana-mana negara. Turki mempunyai kuasa besar yang boleh menjaga warganya.

Barak: Kami sangat menghormati Turki sampai peringkat tertinggi, juga menghormati peranan yang telah dimainkan Turki selama ini.

Davutoglu: Penghormatan macam apa yang anda maksud? Kamu telah membunuh rakyat kami di zon perairan antarabangsa. Tidak boleh ada satu pihak mana pun yang memperlekeh kehormatan bangsa kami. Kamu telah sesat selama lima tahun demi seorang tentera Israel (Shalit, red). Penduduk negeri kami juga, bagi kami selaku kerajaan sangat penting. Kamu harus memperlakukan mereka juga dengan penuh rasa hormat. (Ags/ht)

Kamis, 06 Mei 2010

****% Anda dan Pertarungan Hidup %****

Apapun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan – pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda. Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan.


Dalam hidup Anda sering menghadapi pertarungan. Berbagai macam pertarungan telah Anda lewati bukan? Mulai dari Anda mencari pacar, jodoh, mencari pekerjaan, mempertahankan prestasi di depan supervisor Anda … semuanya adalah pertarungan yang membutuhkan talenta Anda di dalamnya.

Sayangnya tidak semua orang bisa memilah dan memilih, mana-mana pertarungan yang mengharuskan kita untuk terjun di dalamnya atau justru kita hindari.

Hal-hal sepele (peanut) yang tidak penting, yang membuat nyali tarung Anda menggelora dan memaksa Anda untuk bertarung dengan orang lain menunjukkan dengan sesungguhnya bahwa SEPELE lah dan kecillah Anda.

Lain halnya jika yang Anda pertarungkan hal-hal yang SANGAT BAIK dan BERNILAI, maka begitulah orang lain akan menganggap Anda.

Hidup memang harus memilih, demikian juga dengan ‘pertarungan’ dalam kehidupan Anda. Oleh karenanya, janganlah membuang setiap detik dari waktu Anda untuk bertarung dengan hal-hal yang sepele. Naikkanlah KELAS Anda dengan hanya bertarung pada hal-hal yang BERNILAI dan BERGUNA paling tidak untuk diri Anda sendiri dan untuk selanjutnya bagi yang lain.

Akhirnya saya harus katakan bahwa: YOU ARE STRONGER THAN YOU THINK YOU ARE

   by :Apot Chimnks

Jumat, 23 April 2010

**** SIKAP ****

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…! Thanks


   by : Apot Chimonks